Keberangkatan Dan Kepulangan Dari Luar Negeri Tak Perlu Isi Form Embarkasi untuk WNI

JAKARTA- Anda pernah diruwetkan mengisi form embarkasi saat hendak berpergian dari atau ke luar negeri? Mulai hari ini, kebijakan itu tidak berlaku lagi. Ditjen Imigrasi sudah punya alat lebih canggih untuk mendata para penumpang.

“Mulai hari Jumat tanggal 23 Maret 2012 setiap penumpang WNI atau pemegang pasport Indonesia untuk keberangkatan atau kedatangan ke atau dari luar negeri tidak perlu lagi mengisi form embarkasi atau disemabarkasi (kartu immigrasi WNI),” kata Humas Imigrasi, Maryoto Sumadi, kepada media, Jumat (23/3/2012).

Menurut Maryoto, kebijakan ini dicabut karena Ditjen Imigrasi sudah menggunakan sistem border control management di 44 bandara. Pendataan yang sebelumnya dilakukan manual, kini bisa dijalankan secara otomtatis.

Hanya saja, kebijakan ini belum bisa diterapkan untuk Warga Negara Asing (WNA). Ditjen Imigrasi masih butuh penyesuaian alat untuk mewujudkan hal itu.

Jokowi, Ahok diharapkan mampu membenahi DKI

Bakal calon gubernur DKI Jakarta dari koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Gerinda Jokowi dan Ahok diharapkan dapat membenahi DKI jika kelak terpilih.

 

Saat ini DKI sangatlah semraut itu merupakan gambaran dari pemimimpin saat ini kurang mampu dan tidak peka dengan keberadaan masyarakat DKI saat ini. Contoh kesemrautan ini dapat kita lihat sehari hari, misalnya :

- Kemacetan

- Sampah di mana-mana, terutama di bantaran kali. Petugas kebersihan DKI sering kelihatan membuang sampah ke selokan, ini menunjukkan tidak ada pengawasan dan pelatihan.

- Transportasi yang amburadul, baik itu penindakan terhadap kenderaan yang tidak disiplin, kenderaan yang sudah tua dan berasap, dll.

- PKL sebaiknya bisa direlokasi

- Sistem Administrasi pelayanan publik yang tidak memenuhi standard

- dll.

 

Diharapkan warga DKI memilih pemimpin baru yang lebih bijaksana dan mempunyai harapan kedepan. Melihat kondisi sekarang ,pemimpin yang ada saat ini tidak akan memberi banyak kemajuan untuk 5 tahun kedepan.

 

Cara pengurusan kartu keluarga (KK) di Jakarta Barat pada pemerintahan Pak SBY, Gubernur Pak Fauzi Bowo dan Mendagri Pak Gamawan

Rekan-rekan blogger coba perhatikan urutan langkah-langkah pengurusan KK berikut, mungkin anda punya pengalaman yang lain atau saran buat pemerintah kita saat ini.

1. Ambil surat pengantar dari RT
2. Bawa ke dinas kependudukan di Meruya utara
3. Petugas memberi anda copy formulir KK untuk diisi.
4. Formulir KK yang anda isi diminta untuk ditandatangani RT anda
5. Setelah ditandatangani RT anda balik lagi ke DISDUK di Meruya Utara
6. Di kantor disduk anda diberi nomor KK
7. Data dan nomor yang diberikan anda bawa ke kelurahan
8. Di kelurahan anda berikan berkas, tunggu 2, 3 hari atau 1 minggu, KK anda dikeluarkan
9. Anda ke keluarahan ambil KK yang sudah di cetak tapi belum di tanda tangani.
10. Bawa lembar KK ke RT untuk ditandatangani, setelah itu kembali ke kelurahan untuk ditanda tangani Lurah atau Camat
11. Tunggu 2, 3 hari baru KK anda bisa diambil setelah ditandatangani.

Dari sini kita bisa melihat betapa terjadi pemborosan waktu dan tenaga disini. Mungkin proses ini terjadi mirip di seluruh Indonesia walaupun tidak persis sama.

Bagaimana kalau bisa disederhanakan saja :

1. Copy formulir KK disiapkan dan diisi di RT dan RT menandatangani.
2. Formulir di bawa ke dinas kependudukan untuk di datakan dan di beri nomor KK
3. Dibawa ke Kelurahan untuk diproses dan dikeluarkan KK yang ditandatangani Lurah/ Camat

Proses ini lebih sederhana dan hemat, boros bo BBM subsidi ke pake untuk ngurusin KK yang nota bene juga di subsidi pemerintah.. SISTEM ADMINISTRASI PEMERINTAHAN INI PERLU DIPERBAIKI. Kenapa juga lampu di kantor2 pemerintahan pada REDUP, nggak TERANG. Semoga masukan ini bisa menjadi perbaikan.

Alamat kantor dinas kependudukan Jakarta Barat

Jalan Meruya Utara no. 5

Samping Lotte Mart

Negara-Negara Bebas Visa Kunjungan untuk WNI

oleh Sigit Adinugroho

Kita yang punya minat bepergian ke luar negeri pasti pernah disibukkan dan dipusingkan dengan urusan mendapatkan visa kunjungan — dokumen yang diperlukan untuk izin awal masuk ke negara tertentu.

Beberapa negara membutuhkan prosedur yang sangat sulit untuk mendapatkan selembar visa kunjungan yang menempel di paspor kesayangan. Perlu diingat bahwa visa kunjungan adalah khusus untuk kunjungan singkat seperti pariwisata.

Menurut indeks yang diterbitkan Henley & Partners, Indonesia termasuk negara yang mudah dimasuki oleh warga negara asing, tetapi tidak sebaliknya. Warga negara Indonesia (WNI) tidak diterima begitu saja secara mudah di sebagian besar negara-negara di dunia. Tercatat ada sekitar 43 negara di dunia yang menerima WNI tanpa visa kunjungan atau dengan visa on arrival. Selebihnya, WNI perlu mendapatkan visa kunjungan terlebih dahulu dengan mendaftar di kedutaan setempat di Jakarta.

Contoh visa untuk masuk ke negara-negara yang tergabung dalam sistem Schengen. Foto: Thinkstock

Berikut adalah beberapa negara pilihan di dunia yang membebaskan visa kunjungan terhadap WNI, dan apa saja yang bisa dilihat di sana:

Peru

Negara yang bisa diakses melalui paling tidak 20 jam perjalanan dari Australia/Selandia Baru atau Eropa ini memberikan 90 hari kunjungan bebas visa kepada WNI. Siapa yang tidak kenal Macchu Picchu sebagai salah satu pusat kebudayaan Amerika Selatan yang terunik. Naiklah kereta api dari Cusco ke Macchu Picchu dan alami perpindahan waktu ke masa lalu di tengah hijaunya hutan hujan tropis.

Maroko

Bisa diakses dari dataran Eropa kurang dari empat jam, tiga bulan dapat dinikmati di sini setiap kali kunjungan oleh WNI. Silakan mulai dari Rabat atau Casablanca, lalu lanjut ke Fez dan Marrakech. Siapkan indera Anda untuk arsitektur, lanskap dan khazanah kuliner jazirah Arab terunik sepanjang masa.

Chile

Hanya ada satu cara untuk mengelilingi negara yang memberikan 90 hari visa kunjungan kepada WNI: dari utara ke selatan atau sebaliknya. Ia memiliki salah satu pesisir pantai yang terpanjang di Amerika Selatan. Atraksinya? Peninggalan kolonialisme Spanyol yang berlatarbelakang pegunungan Andes. Suka dengan olahraga atau lanskap ekstrim? Di sinilah salah satu yang terbaik!

Ekuador

Jika Anda pernah bermimpi ke Kepulauan Galapagos, di sinilah awalnya. Seperti negara-negara Amerika Selatan di pesisir barat lainnya, Ekuador memiliki tiga dataran sekaligus: dataran rendah pesisir, dataran tinggi di sekitar pegunungan Andes, dan dataran rendah hutan hujan tropis Amazon. Beberapa kotanya juga menjadi bagian dari World Heritage Site UNESCO. WNI mendapat 90 hari di sini.

Kolombia

Kolombia memberikan 90 hari bebas visa kunjungan bagi WNI. Yang patut dikunjung di Kolombia adalah Cartagena, sebuah kota pesisir yang terkenal dengan resor pinggir pantai menghadap Laut Karibia dan mengenal ibukota Amerika Latin penuh sejarah di Bogota.

Malaysia

Siapa yang tidak kenal Malaysia. Bagi kebanyakan WNI, Malaysia menjadi salah satu negara pertama yang dikunjungi ketika memiliki paspor. WNI diberikan maksimum 30 hari setiap kali kunjungan.

Apa yang bisa dilihat di sini? Banyak sekali: wisata belanja, arsitektur kota modern di Kuala Lumpur, belajar transportasi publik yang baik, khazanah budaya Melayu yang mirip dengan Indonesia, sampai wisata alam seperti di Taman Negara atau Gunung Kinabalu di Sabah.

Singapura

Singapura sudah tidak asing lagi di mata kebanyakan WNI, terutama yang berdomisili di Jakarta. Menjadi alternatif tempat rekreasi selain wisata domestik di Bandung dan Pulau Bali, Singapura menawarkan kenyamanan wisata ala “mal” dan fasilitas modern negara maju. Tentu, 30 hari sudah di tangan bagi setiap WNI tanpa harus mendaftar visa apapun.

Thailand

Salah satu lokasi kunjungan wisata terpopuler di dunia, terutama bagi backpacker. Biaya hidup yang sangat terjangkau, infrastruktur pariwisata yang cukup baik dan kebudayaan yang unik karena tak pernah dijajah kolonialis. Jelajahi Thailand dari utara ke selatan selama 30 hari, untuk WNI!

Vietnam

Vietnam akhir-akhir ini menjadi primadona bagi pengunjung ASEAN, karena gencar membuka diri untuk pariwisata. Alternatif yang baik selain Thailand. Biaya hidup tidak jauh berbeda dari Indonesia, bahkan lebih murah. Wisata sejarah, budaya dan alam didapatkan di tempat-tempat seperti Ho Chi Minh City, Na Thrang, Hue, Hoi An dan Hanoi. Bebas visa kunjungan selama 30 hari untuk WNI.

Filipina

Filipina memberikan 21 hari bebas visa kunjungan bagi WNI. Jika Anda tertarik dengan negara Asia kepulauan yang menawarkan pantai serta “rasa” Spanyol yang kental, maka datanglah ke Filipina!

Brunei

WNI mendapatkan 14 hari bebas visa kunjungan di sini. Negara kerajaan yang kental dengan budaya Melayu dan suasana Islami ini bagai surga di tengah hiruk-pikuk modernitas yang diusung negara-negara ASEAN lain.

Hong Kong

Hong Kong sebenarnya bukan negara, tetapi wilayah administratif khusus untuk Republik Rakyat Cina (RRC), namun memiliki regulasi imigrasi tersendiri. Kalau ke RRC, WNI perlu visa, tetapi Hong Kong membebaskan visa kunjungan selama 30 hari. Kebanyakan WNI berkunjung ke Hong Kong untuk wisata belanja dan urban, hampir sama seperti Singapura.

Makau

Makau juga adalah wilayah administratif khusus untuk RRC, terletak tidak jauh dari Hong Kong. WNI diberikan bebas visa kunjungan selama 30 hari. Berbeda dengan Hong Kong, wisata di sini seputar wisata sejarah dan… judi.

Seychelles

Ini dia negara yang tidak memberlakukan visa kunjungan bagi warga negara apapun di dunia. Ya! Seychelles mempersilakan semua warga negara di dunia untuk masuk tanpa visa kunjungan selama satu bulan, termasuk WNI. Negara kepulauan yang terletak di Samudera Hindia, antara Afrika dan India ini mengunggulkan wisata bahari.

Maladewa

Sering disematkan sebagai tujuan wisata bulan madu, Maladewa memiliki beragam pulau kecil, bahkan sangat kecil sampai hanya disebut atol, yang tersebar jauh satu sama lain. Untuk bepergian antar pulau saja, kita membutuhkan kapal atau bot, kalau tidak pesawat terbang kecil.

Malé, ibukotanya, adalah satu-satunya kota padat di dunia yang berada di pulau kecil, dengan bandara di pulau lainnya! WNI diberikan 30 hari untuk jalan-jalan di sini.
Sri Lanka

Negara ini bukan tujuan populer bagi WNI, karena banyak yang lebih “tergoda” oleh India. Tapi tahukah Anda, Sri Lanka membebaskan visa selama 30 hari bagi WNI. Jelajahi Colombo dan lihat sisa-sisa peninggalan Belanda, Portugis dan Inggris, lalu berkeliling pulau untuk berbaur dengan masyarakatnya yang banyak menyambung hidup sebagai nelayan, menelusuri pantai, hutan dan candi-candi.

Ada beberapa negara lain yang membebaskan visa kunjungan bagi WNI, yang jika saya ulas akan terlalu panjang. Negara-negara tersebut antara lain Kosovo (90 hari), Bermuda (maksimum enam bulan), Dominika (21 hari), Haiti (tiga bulan), Saint Vincent and the Grenadines (satu bulan), Kepulauan Cook (31 hari), Kepulauan Mikronesia (30 hari) dan Samoa (30 hari).

Selain itu, ada juga beberapa negara lain yang memberlakukan visa on arrival bagi WNI, yang bermakna negara-negara tersebut memberlakukan visa kunjungan, namun pembuatannya dapat dilakukan di beberapa bandara internasional negara tersebut, dengan biaya tertentu, misalnya USD25. Beberapa negara ini antara lain seperti Laos, Kamboja, Fiji, Myanmar, Turki dan masih beberapa lagi.

Jadi, siapkan ransel Anda dan mari bepergian tanpa harus pusing memiliki visa kunjungan!

Sigit Adinugroho dapat dikunjungi di blog perjalanannya, http://www.ranselkecil.com.

Sumber :http://id.travel.yahoo.com

Contoh surat rekomendasi dari perusahaan bantu urus visa

Jakarta 20 Jan 2011.

To The Embassy of…….
Jl. Merdeka Barat
Jakarta Pusat

Subject : Recommendation to obtain USA visa for our employee Antonio Selaras

Dear Sir/Madam,

Hereby we inform that Mr. Antonio Selaras is our employee, he has been working with our company since january 2005 as Marketing Manager.

He intend to visit USA on his vacation for two weeks, as soon as he back from his visit he still working as our employee. All expenses during his trip will be borne by him self.

We request your help to grant him necessary travel visa to enable him visit USA and enjoy the vacation.

Thank you for your attention and cooperation, please feel free to contact our personnel department if you need any information regarding this letter. We can be reached at 0813 XXX XXX.

Yours Sincerelly

Omas Yahya
Personnel Director

Contoh surat ke kedutaan ln untuk bantu urus visa keluarga dr Indo

Roberto Ricky (native-born citizen)
Anna Rohanna Kalla (Permanent Resident A#………….)
1406 Gould Street
San Bernardino, CA 92406
Telephone: (909) 771-8488
Cell. ………………………..

Visa Appointment Section
US Consulate General
Jakarta, Indonesia

October 14, 2010

Dear Sir/Madam:

I am requesting the Visa Dept. of the U.S. Embassy, Jakarta; to assist my sister Endah Setyaningsih, Indonesian Passport holder No……………. and my brother Setyanto Purnomo, Indonesian Passport holder no…………, to obtain visas so they can come to visit me and my family, here in the States.

My wife and me will be responsible for all the expenses incurred and accommodations during their stay in USA. If you have any question pertaining this matter please donot hesistate to contact me at the above address and phone number.

I appreciate all your help and cooperation on this matter. Thank you.

Sincerely yours,

(RR) (ARK)

Free Visa Agreement between Indonesia and Cambodia

JAKARTA, KOMPAS.com – Indonesia and Cambodia signed a free visa agreement in Phnom Penh during Indonesian Foreign Minister Marty Natalegawa’s visit to that country on June 1-2. Marty Natalegawa and his Cambodian counterpart Hor Namhong at the agreement’s signing hoped the facility would improve not only the two countries’ relations but also individual relations between the two nations as well as interactions between the two countries’ businessmen, according to the foreign ministry here on Thursday.

Based on the agreement the two countries’ citizens could visit to each other’s countries without visa for maximally 30 days. The two ministers also agreed to push for immediate opening of direct flight service between the two countries.

They hoped the opening of the direct flight would improve connectivity in the region with regard to realizing the ASEAN Community in 2015. One of Indonesian private airlines is expected to be able to conduct a maiden flight soon.

During the meeting Minister Hor Namhong expressed his appreciation to Indonesia that has consistently helped Cambodia especially in capacity building. He also expressed his appreciation to the training of Cambodian prime minister’s security guards by the Indonesian presidential security guard unit.

He also appreciated Indonesia’s participation in the conservation efforts for the Angkor complex, which is a world heritage and the pride of Cambodia. The Angkor Wat in Cambodia and Borobudur Temple in Indonesia are potentials that must be continued to be developed in the framework of increasing cooperation in the preservation of cultural heritages and tourism, he said.

Minister Hor Namhong also hoped for increasing economic cooperation between the two countries while referring to Cambodia’s potentials which could be jointly exploited by the two countries. One of the sectors the Cambodian minister is eyeing for cooperation is agriculture. Cambodian has always had a surplus in rice production in the past few years.

In the meeting the Indonesian foreign minister also expressed his commitment to increase the two countries’ bilateral relations and reaffirmed Indonesia’s continued committment to help Cambodia especially in the field of human resources development. Marty also said Indonesia was very interested to develop wider economic cooperation with Cambodia and pledged in the next visit he would bring businessmen to explore potentials for economic cooperation.

Minister Marty while in Cambodia for an introductory visit had also paid a courtesy call on Cambodian Prime Minister Samdech Hun Sen and received a honorary degree from University of Cambodia.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.